Sekitar 300 warga Desa Umang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah hari ini hidup dalam keterbatasan akses air bersih.
Pasca bencana banjir bandang dan longsor akhir tahun 2025 lalu, mereka terpaksa meninggalkan rumah dan kini tinggal di hunian sementara (huntara), karena lokasi desa yang sebelumnya mereka huni sangat beresiko untuk ditinggali kembali akibat lahan yang rawan longsor. Namun di tempat baru ini, kebutuhan paling mendasar justru menjadi tantangan besar: air bersih.
Akses air sangat terbatas.
Warga hanya mengandalkan dua selang kecil untuk mengalirkan air dari bukit ke area huntara.
Di sisi lain, kondisi lingkungan semakin tidak aman.
Bukit di atas desa mulai mengalami longsor, membuat mereka tidak bisa kembali ke rumah dengan risiko yang sangat besar.
Dan dengan prediksi musim kemarau yang akan datang lebih panjang dan kering,
krisis air di Desa Umang bukan lagi kemungkinan — tetapi ancaman nyata yang semakin dekat.
Jika tidak segera diatasi, ratusan warga akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar,
baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk menjalankan ibadah.
Untuk menjawab kebutuhan mendesak ini, LAZ Rabbani berikhtiar menghadirkan solusi jangka panjang melalui program pipanisasi air bersih sepanjang ±4.000 meter.
Program ini bertujuan untuk:
Pipanisasi bukan hanya tentang air yang mengalir,
tetapi tentang menghadirkan kembali kehidupan yang lebih layak bagi para penyintas.
Hari ini, mereka sedang bertahan dengan keterbatasan.
Besok, dengan ikhtiar bersama, air bisa mengalir lebih dekat ke kehidupan mereka.
Mari ambil bagian dalam program Pipanisasi Desa Umang.
Bantu alirkan air bersih untuk ratusan warga penyintas bencana di Aceh.